Category: Esai
-
Body Matters in Infectious Nationalism:ย Indonesian Biopolitics in Time of Covid-19 (2021)
This article discloses the mutually effacing nexus between nationalism and citizenship in two years of Covid 19 pandemic in Indonesia. Drawn upon biopolitical approach, our study interrogates the most recent debate on Nusantara Vaccine as critical lens into the question of how pandemic incited nationalism intersects with the question of citizenship. It argues that biological…
-
Demokrasi Liberal dan Ilusi Representasi di Indonesia (2015)
Mengapa mengkaji representasi sangat penting untuk memahami dan menyiasati kebuntuan demokrasi? Sampai saat ini kajian akademik belum membahas problematika representasi dalam hubungannya dengan penguatan kapasitas emansipatoris demokrasi dan terbentuknya formasi intelektual organik di Indonesia. Sebagaimana akan diuraikan singkat dalam tinjauan ini, sejumlah besar kajian demokrasi Indonesia masih berpijak pada epistemologi representasi yang modernis, proseduralis…
-
๐๐จ๐ฏ๐ข๐ ๐๐, ๐๐ข๐จ๐ฆ๐๐๐ข๐ฌ ๐๐๐ง ๐๐๐๐ข๐ฃ๐๐ค๐๐ง ๐๐จ๐ค๐จ๐ฐ๐ข (2020)
Sebetulnya kita tidak takut dengan SARS-CoV-2 atau Covid 19. Yang kita takuti adalah histeria masal, dari publik tak cerdas dan informasi pakar yang tidak sistematis dan menakutkan. Seakan-akan patogen ini dengan sendirinya bisa membunuh kehidupan kita. Meski belum tersedia obat pamungkas, penanganan medis terbukti bisa menyembuhkan pasien terinfeksi dengan kombinasi kloroquin, hidrokloloquin, avigan dan juga…
-
September 1965, Jakarta Hamil Tua: Drama Politik Menghabisi Sukarno
Tragedi 1965 belum tuntas dibahas. Kita lebih sering bertengkar daripada mencapai kata sepakat. Diskusi akademik dan debat publik tidak mencerdaskan generasi muda. Bukan karena tafsir saling bertabrakan, tapi gagal paham kisruh politik nasional dan dunia yang melahirkan tragedi terburuk dalam sejarah bangsa. Yaitu, Indonesia dalam kemelut Perang Dingin (Cold War). Salah satu sebab utamanya adalah…
-
Teror dan Teror(isme) 2021
Suatu tindakan kekerasan disebut tindakan terorisme jika memenuhi tiga hal berikut. Pertama, ada pelaku yang menyelenggarakan tindakan kekerasan, ada strategi-taktik yang dipergunakan untuk mencapai tujuan dan ada ideologi yang memberi kerangka nilai secara keseluruhan. Dari segi pelaku, tindakan dilakukan seorang diri, kelompok berjejaring dan bahkan negara. Pelaku bisa terlihat dan tak terlihat atau dilakukan seseorang…